Ilmu Yang Berjalan Di Sunyi: Albaathin Alwaliyy Kapten Tatang Menggema Ke Tanah Air
Keterangan foto bela diri bernama Albaathin Alwaliyy Indonesia yang dikenalkan oleh Kapten Inf H. Tatang Taryono
FAKTALAPANGAN.COM- Nama belakangan kembali menjadi perbincangan di berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, komunitas bela diri, hingga sejumlah tokoh agama.Rabu 11/02/2026
Perwira aktif TNI Angkatan Darat yang kini menjabat sebagai Danramil 01 Cibinong, Kodim 0621/Kabupaten Bogor itu dikenal sebagai sosok yang memperkenalkan sebuah metode bela diri bernama Albaathin Alwaliyy Indonesia.
Metode tersebut disebut-sebut sebagai bela diri bernuansa spiritual yang oleh Kapten Tatang diklaim merupakan bagian dari ilmu laduni, yakni ilmu yang diyakini datang melalui jalan batiniah.
Menurut Kapten Tatang, ilmu yang ia ajarkan memiliki jalur spiritual yang dipercaya bersumber dari tradisi karomah Wali Songo, khususnya Sunan Kalijaga, dan disebut memiliki sanad yang berhubungan dengan Nabi Khidir AS.
“Ilmu ini saya ijazahkan sejak tahun 2004,” ungkap Kapten Tatang dalam keterangannya.
Dari Desa ke Desa, Hingga Viral Nasional
Kapten Tatang menyampaikan bahwa sejak awal, penyebaran Albaathin Alwaliyy dilakukan secara sederhana dan bertahap. Ia mengaku memperkenalkan ilmu tersebut dari kampung ke kampung, desa ke desa, hingga akhirnya menjangkau berbagai daerah di Indonesia.
Perjalanan panjang itu, menurutnya, mulai mendapat perhatian besar publik pada tahun 2016, ketika ilmu tersebut disebut pernah diperagakan dalam sebuah kegiatan di Pusdikter Cimahi, Jawa Barat.
Kapten Tatang menyebut saat itu peragaan dilakukan di hadapan sejumlah pihak, termasuk pejabat di lingkungan Pusdikter. Ia juga menyebut nama Kolonel Inf Rochadi, yang saat ini diketahui telah memasuki masa purnatugas dengan pangkat Mayjen (Purn), sebagai salah satu saksi kegiatan tersebut.
Kapten Tatang juga mengklaim bahwa Rochadi merupakan bagian dari keluarga besar pengamal Albaathin Alwaliyy.
Diklaim Diikuti Puluhan Ribu Murid, Termasuk Ulama hingga Aparatur Negara
Dalam keterangannya, Kapten Tatang menyebut bahwa murid atau pengamal Albaathin Alwaliyy saat ini telah mencapai puluhan ribu orang.
Ia mengklaim para murid tersebut berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari kalangan ulama, kyai, habaib, santri, hingga masyarakat umum. Bahkan, ia juga menyebut terdapat anggota dari kalangan TNI, Polri, pejabat daerah, hingga pejabat pusat yang ikut menerima pengijazahan.
“Sudah banyak yang ikut belajar, dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.
Tidak hanya di dalam negeri, Kapten Tatang juga menyampaikan bahwa metode yang ia ajarkan telah tersebar hingga ke luar negeri.
Sejumlah negara yang disebut menjadi tempat berkembangnya pengamal Albaathin Alwaliyy antara lain Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Aljazair, Bosnia, India, Afrika, hingga beberapa negara lainnya.
Pengijazahan Jarak Jauh Lewat Video Call hingga Foto
Hal lain yang menarik perhatian masyarakat adalah metode pengijazahan yang disebut Kapten Tatang dapat dilakukan secara jarak jauh.
Menurutnya, bagi calon murid yang tidak dapat hadir langsung karena berada di luar provinsi maupun luar negeri, pengijazahan dapat dilakukan melalui komunikasi daring seperti video call, bahkan melalui media foto.
Klaim tersebut kemudian menjadi daya tarik tersendiri, karena dinilai tidak lazim dalam tradisi bela diri pada umumnya.
Fenomena Spiritual yang Terus Menyebar
Kemunculan Albaathin Alwaliyy Indonesia dalam ruang sosial masyarakat menambah warna tersendiri dalam fenomena bela diri tradisional yang berpadu dengan nilai-nilai spiritual.
Kapten Tatang menyampaikan keyakinannya bahwa ilmu tersebut hadir sebagai bagian dari upaya memperkuat batin dan perlindungan diri di tengah tantangan zaman.
Namun demikian, hingga saat ini, klaim-klaim spiritual yang disampaikan terkait asal-usul ilmu tersebut masih menjadi perbincangan dan ditanggapi beragam oleh masyarakat.
Sebagian pihak menilai hal itu sebagai bentuk pelestarian tradisi, sementara sebagian lainnya menilai perlu adanya kajian lebih mendalam agar informasi yang berkembang tidak menimbulkan persepsi yang keliru.
Menjaga Harmoni dan Tidak Menimbulkan Polemik
Sebagai informasi, pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Kapten Tatang Taryono serta narasi yang berkembang di kalangan pengamal dan simpatisan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari institusi terkait mengenai kegiatan tersebut, sehingga informasi yang disampaikan masih bersifat klaim personal dan pengalaman para pengikutnya.
Bahkan kapten Tatang sudah melaksanakan tugas operasi ke wilayah konflik diantaranya Timor-Timur sampai selesai jajak pendapat, Aceh 2001,Perbatasan Malaysia dan Papua
Tim
Posting Komentar untuk "Ilmu Yang Berjalan Di Sunyi: Albaathin Alwaliyy Kapten Tatang Menggema Ke Tanah Air"