Fasilitas Kesehatan Memburuk, AC RSUD Raja Ahmad Tabib Mati Berhari-hari: Cindai dan AKPERSI Angkat Suara
FAKTALAPANGAN.COM- Kondisi fasilitas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib, Provinsi Kepulauan Riau, tengah menjadi sorotan publik. Sejumlah ruangan di rumah sakit tersebut dilaporkan mengalami kerusakan sistem pendingin udara (AC) selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu tanpa perbaikan yang jelas.21/10/2025
Menyikapi hal tersebut, Ketua Cindai Kota Tanjungpinang, Samiun, mengaku prihatin dan menyayangkan lambannya respons dari pihak manajemen rumah sakit maupun pemerintah daerah Provinsi Kepri Ia menilai kondisi ini sangat tidak manusiawi, mengingat rumah sakit adalah tempat pelayanan kesehatan yang seharusnya nyaman dan layak.
"Sangat miris melihat kondisi ini. Ruang-ruang pelayanan penting, termasuk ruang rawat inap, dilaporkan panas karena AC tidak berfungsi. Padahal ini menyangkut kenyamanan pasien dan tenaga kesehatan. Kami minta Gubernur Kepulauan Riau dan jajaran terkait segera turun tangan. Kesehatan masyarakat harus jadi prioritas utama," tegas Samiun dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa RSUD Raja Ahmad Tabib adalah rumah sakit rujukan terbesar di Kepri dan menjadi harapan utama masyarakat. Namun dengan kondisi fasilitas yang rusak dan tidak segera ditangani, hal ini mencoreng citra pelayanan kesehatan di provinsi tersebut.
Senada dengan itu, Ketua DPD AKPERSI (Asosiasi Keluarga Pers Indonesia) Provinsi Kepri, Fauzan, juga mengecam keras kejadian ini. Ia menilai kerusakan fasilitas seperti AC seharusnya menjadi hal dasar yang harus cepat ditangani oleh pihak rumah sakit.
"Ini bukan sekadar keluhan biasa, ini menyangkut martabat pelayanan publik. Gedung rumah sakit delapan lantai tapi AC mati berlarut-larut? Ini memalukan. Dunia kesehatan tidak bisa ditunda-tunda, apalagi dibiarkan seperti ini. Aneh rasanya jika kerusakan seperti ini tidak segera diperbaiki," ujar Fauzan.
Lebih lanjut, Fauzan juga mempertanyakan transparansi anggaran dan pengelolaan aset di RSUD Raja Ahmad Tabib. Ia menyoroti kabar adanya unit AC yang "hilang" dari rumah sakit, namun belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait.
"Kami minta aparat penegak hukum (APH) ikut mengawal dan mengusut tuntas informasi terkait dugaan hilangnya unit AC rumah sakit. Ini bukan sekadar kerusakan, tapi ada potensi kelalaian atau bahkan pelanggaran hukum. Jangan sampai masyarakat dirugikan dua kali: fasilitas rusak, lalu dibiarkan begitu saja," ujarnya.
Kedua tokoh ini menegaskan akan terus mengawal dan bersuara hingga permasalahan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait. Mereka juga meminta agar pihak RSUD Raja Ahmad Tabib segera memberikan keterangan resmi kepada publik terkait kondisi fasilitas, upaya perbaikan, serta klarifikasi terhadap dugaan penghilangan aset.
"Kami tidak akan diam. Sebelum ini selesai, kami akan terus bersuara dan menyuarakan hak-hak masyarakat dalam Pelayanan kesehatan
Tim
Posting Komentar untuk "Fasilitas Kesehatan Memburuk, AC RSUD Raja Ahmad Tabib Mati Berhari-hari: Cindai dan AKPERSI Angkat Suara"