Puisi “Syahidah Cinta” Sentuh Nurani, Angkat Nilai Moral Dan Kemanusiaan
Puisi ini tidak sekadar merangkai kata, tetapi menghadirkan perenungan mendalam tentang bagaimana cinta dapat menjadi cahaya yang menuntun, sekaligus ujian yang mengguncang nurani manusia.
Sebuah karya yang mengajak pembaca menyelami makna cinta sebagai nilai spiritual, kemanusiaan, dan kebijaksanaan hidup.
Syahidah cinta
Wahai angin sampaikanlah kepadanya ada rindu yang tak berdaya.
Hampir lapuk dan lusuh di persimpangan zaman oh dikau bunga Seroja.
Cerita dua anak manusia di dunia yang akan selalu beragam cerita cinta.
Bersemi bahagia,tawa sering juga berakhir dengan kecewa.
Cinta sanggup mengubah segalanya Tuan bisa menjadi pelayan.
Tapi itulah keanehan fatamorgana bekas telapak kaki saja bisa menjadi obat penawar dari kehidupan.
Biyarlah semua itu cukup di rasakan Laila dan majnun.
Banyak juga yang terbelenggu oleh Syahidah Cinta di muka bumi ini.
Cinta yang baik maka akan menghasilkan Budi pekerti yang membumi.
Cinta yang salah akan pahit dampak bagi Dua insan pemilik hati.
Hati hatilah dengan namanya cinta terkadang mengandung racun tanpa ada obat penawar.
Jika iya sudah menguasai jiwa ragamu akan gemetar.
Banyak obat-obatan penyakit aku temui tapi tiada obat orang lagi jatuh cinta semua rasanya bersinar.
Karya: Fauzan,C.ILJ.,
Sebagai penutup, “Syahidah Cinta” hadir bukan hanya sebagai karya sastra, tetapi sebagai suara nurani. Puisi ini mengajarkan bahwa cinta sejati tidak lahir dari hasrat semata, melainkan dari kesadaran jiwa, kejernihan akal, dan kematangan hati.
Ia menanamkan pesan moral bahwa mencintai adalah tanggung jawab, bukan pelarian; pengabdian, bukan penguasaan. Dalam bait-baitnya, penyair seolah berbisik kepada zaman: bahwa cinta yang suci akan menumbuhkan budi pekerti, sementara cinta yang salah arah hanya akan melahirkan luka.
Sebuah penutup yang bukan sekadar kata, tetapi doa agar manusia kembali memuliakan cinta sebagai jalan kebaikan, bukan sumber kehancuran.
Red
Posting Komentar untuk "Puisi “Syahidah Cinta” Sentuh Nurani, Angkat Nilai Moral Dan Kemanusiaan"