“Rindu Dalam Sunyi” — Karya Fauzan.C.ILJ.,
FAKTALAPANGAN.COM-Di tengah kehidupan yang semakin dipenuhi hiruk pikuk dan kesibukan, tidak sedikit orang menyimpan luka, rindu, dan kesedihan dalam diam. Melalui puisi berjudul “Rindu Dalam Sunyi”, karya Fauzan.C.ILJ., pembaca diajak memahami bahwa perasaan kehilangan, kecewa, dan kerinduan adalah bagian dari perjalanan hidup manusia.Rabu 13/05/2026
Puisi ini bukan hanya ungkapan hati semata, namun juga menjadi pengingat bahwa setiap luka dapat disampaikan lewat doa, karya, dan kata-kata yang menyentuh jiwa.
Selain menghadirkan nuansa pilu yang mendalam, puisi ini juga memiliki pesan edukasi tentang pentingnya menjaga ketulusan hati, menghargai kenangan, serta belajar menerima kenyataan hidup dengan lapang dada.
Dalam setiap baitnya tersirat makna bahwa manusia tidak boleh larut dalam kesedihan, melainkan menjadikan rasa sakit sebagai jalan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan memahami arti keikhlasan.
Judul Puisi :Rindu Dalam Sunyi
Wahai malam, ku sampaikan segenap luka padamu.
Disini kubisikkan rasa yang ada kepada ombak di laut biru.
Merpati, sampaikanlah kepada sunyi yang tak sempat bertemu rindu.
Disini ada luka tak terucap kepada bahagia.
Disitu ada airmata bertamu dengan tawa.
Aku titipkan semua gundah dalam sujud yang tak berdaya.
Wahai matahari, sampaikanlah kepada bulan, terangilah aku saat gelap yang menelan sunyi.
Saat kata tak sanggup mewakili rasa, hanya pilu menyemat di hati.
Ketika arah kita berubah, pahit hidup sebab kenangan selalu abadi.
Ketika suci menjadi debu, semua tiada murni
Karya: Fauzan.C.ILJ.,
Puisi berjudul “Rindu Dalam Sunyi” karya Fauzan.C.ILJ., menjadi penutup yang menyisakan ruang renung bagi pembaca. Setiap baitnya menggambarkan luka, rindu, dan pergulatan batin yang kerap hadir dalam perjalanan hidup manusia.
Melalui diksi yang sederhana namun menyentuh, puisi ini seakan mengajak pembaca memahami bahwa tidak semua rasa mampu diucapkan dengan kata, sebagian hanya dapat disampaikan melalui doa, air mata, dan keheningan.
Red
Posting Komentar untuk "“Rindu Dalam Sunyi” — Karya Fauzan.C.ILJ.,"